Kamis, 23 Oktober 2008

Susah Mendapatkan Keturunan, Teraphy dengan Madu


Bagi pasangan suami-isteri, momongan menjadi suatu dambaan. Apalagi jika pasangan pasutri tersebut sudah bertahun-tahun belum juga mendapatkan apa yang selalu menjadi harapan tersebut.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadi gangguan Infertilitas ( Kesuburan). Dari sekian banyak testimoni yang dapat dipercaya, ternyata masalah kesuburan dapat terpecahkan dengan hadirnya product dari High Desert.
Tentunya do'a dari Yang Maha Kuasa terus dipanjatkan disamping ikhtiar ini, nah kalau do'a dan terapi meminum beberapa product HD Anda lakukan,Insya Allah harapan Anda untuk mendapatkan momongan bisa segera terwujud.
Product HD yang dianjurkan untuk mewujudkan harapan Anda:

  • Pollenergy 520, aturan pakai 1x1 tab
  • Bee Propolis, aturan pakai 3x1 tab
  • Royal Jelly Liquid, aturan pakai 1x1 sd takar
  • Everec, aturan pakai 2x1 cap (untuk pria)

Harga Produk tersebut (untuk Luar Jawa) :

  • Pollenergy 520 isi 90 tab harga Rp. 164.000
  • Bee Propolis isi 60 tab/cap harga Rp. 203.000
  • Royal Jelly Liquid isi 150 gr harga Rp. 310.000
  • Everec 6o caps harga Rp.302.000 ; 30 caps harga Rp.193.000

Total harga Rp.979.000

Pada dasarnya untuk meningkatkan kesuburan wanita adalah menggunakan Royal Jelly. Karena sifat dari Royal Jelly adalah memperbaiki sel-sel dan organ kewanitaan dari dalam.

Sedangkan Pollenergy membantu untuk meningkatkan kemungkinan probabilitas hamil lagi. Mengkonsumsi Bee propolis pada saat bersamaan juga dianjurkan untuk membantu kalau-kalau ada virus (seperti Toxoplasma) atau kuman yang berbahaya dapat dinetralisir oleh Bee Propolis. Namun, sebaiknya suami juga mengkonsumsi Everec untuk membantu kualitas sperma.

Kami bisa melayani pesan antar produk tersebut dengan layanan TIKI dengan menambahkan biaya Rp. 5.000/ transaksi, dan produk sampai 2-1 hari (untuk dalam kota Palembang dapat diantar). Untuk bergabung menjadi member dan mendapatkan discount 25-30% membayar Rp. 85.000 (syarat dan ketentuan berlaku). Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer Bank Muamalat No rek: 211.03702.22 atau Bank BCA No.Rek : 021.234.5545

Saya sertakan juga testimoni dari keluarga yang mempunyai permasalahan seperti Anda (testimoni saya ambil dari http://www.hdindonesia.com), yang Alhamdulillah berkat usaha dan do'a harapan mempunyai momongan dapat terkabul.

‘’Pada tahun 2004, istri saya memeriksakan diri ke dokter, dan didiagnosa ada sedikit gangguan, kemudian saya pun juga memeriksakan diri ke dokter ahli androlog (dokter spesialis masalah kaum pria), dan 2 hari kemudian oleh dokter, saya disarankan untuk memeriksakan sperma saya. Ternyata hasilnya sperma saya sangat minim,’’ ujar Sularso (38), Bandung.
Syukur Alhamdulillah, pada Juli 2005, oleh Pak Rudi saya diajak menemui dr. Christian untuk berkonsultasi, dan diberikan saran-saran. Pada Agustus 2005, setelah ada tanda-tanda kehamilan, istri saya melakukan test-pack, baik dilakukan sendiri maupun memeriksakan diri ke dokter, dan hasil kedua-duanya adalah positif. Hal tersebut sungguh menggembirakan saya dan istri saya. Kini usia kandungan istri saya sudah mencapai bulan ke-9.
Kasus lainnya menimpa, Winarsih, 33 tahun. Kediri, Jawa Timur yang menyebutkan, ‘’Walau usia pernikahan kami telah berjalan 1 tahun, belum tampak tanda-tanda saya mengandung. Kami pun mulai gelisah. Kami pun memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan USG, kami berdua dinyatakan normal, tidak bermasalah dengan kesuburan. Namun, dokter tetap memberikan obat tambahan, dan mengingatkan agar kami tetap melakukan kontrol setiap 1 bulan. Hal itu kami lakukan sampai 1 tahun lamanya,’’ keluhnya
Setelah 1 bulan dirinya mengonsumsi produk-produk HD itu, dia tidak mendapat menstruasi. Keadaan itu membuatnya bingung, apakah dirinya hamil atau hanya
karena reaksi obat semata. Barulah setelah 2 bulan mengonsumsi, dan ia memeriksakan diri ke dokter kandungan, dan syukur Alhamdullilah, dirinya dinyatakan positif hamil.

Selasa, 14 Oktober 2008

Mengobati Luka Dengan Madu Propolis


Dua hari menjelang Idul Fitri, anak lelaki kami bernama M Syafwan Hadi, 13 tahun (photo disamping) mengalami musibah kecelakaan (jatuh dari sepeda motor).
Sempat dilarikan ke UGD RS RK Charitas Palembang (sebelumnya secara phisik dia diperiksa oleh tetangga yang mengerti tentang struktur tulang, dan dari pengamatannya tidak ada masalah baik otot maupun struktur tulang).
Di UGD RS, dilakukan tindakan medis diantaranya suntik ATS, kemudian semua luka dibersihkan menggunakan alkohol untuk mengkompres, diolesi salep garamicyn, dan untuk luka yang cukup dalam diperban. Lumayan luka yang ada cukup banyak : mulai lutut kaki, siku tangan, telapak tangan, pinggang dan paha. Dokter RS membekali resep : antibiotik CEFAT 500 mg (3x1), garamicyn (3x sehari) salep untuk dioleskan pada luka, Mefinal 500 mg (3X1) untuk menghilangkan rasa nyeri.
Selama dua hari kondisi luka tidak menunjukkan kemajuan penyembuhan, luka yang ada sepertinya terjadi infeksi karena basah dan bernanah.
Pas malam lebaran (tgl 30 Sept 2008 pukul 20.00 wib), isteri saya masuk ke UGD RS Siti Khadijah Palembang dan dr. menyatakan harus opname. Sambil menunggu penyiapan kamar, anakku Hadi ini kayaknya perlu dikonsultasikan ke dr. di ruang UGD tsb. karena kondisi lukanya tidak menunjukkan kemajuan kesembuhan. Menurut dr. di ruang UGD RS Siti Khadijah, telah terjadi infeksi pada luka.Kemudian pertolongan yang diberikan di ruang UGD ini, yaitu dengan membuka semua perban dan membersihkan semua luka dari nanah. Kemudian perawat disana mengolesi dengan salep, dan semua daerah luka dibiarkan terbuka (tidak dibungkus perban lagi). Sedangkan obat yang diminum tetap meneruskan resep dari RS RK Charitas sebelumnya dan salep garamicyn diganti dengan "BURNAZIN" silver sulphadiazine (fungsinya untuk luka bakar)

Kondisi Luka sebelum menggunakan propolis

Masa penyembuhan luka ini sangat lama,malah terlihat semua luka masih basah dan mengeluarkan nanah walaupun pemakaian obat-obatan terus dilakukan. Photodi atas adalah kondisi setelah dari dokter 6 hari.

Kemudian Saudara saya (Abang) mencarikan obat lain sebagai upaya percepatan penyembuhan karena cukup khawatir dengan luka-luka yg belum menunjukkan penyembuhan, apalagi gejala infeksi tersebut cukup serius. Sebenarnya saya ingin mencari obat cina, namun karena suasana lebaran (libur bersama) semua toko obat cina tutup. kemudian saudara membawakan salep namanya "ALOE PROPOLIS cream". dan Abang saya ini juga yang mengoleskan pertama kali ke luka si Hadi, karena saya saat itu masih menunggu isteri yang diopname di RS. Alhamdulliah keesokan harinya luka-luka yang telah diolesi salep ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik, artinya semua luka bisa segera kering sudah tidak ada nanah lagi, hanya bagian lutut yang masih sedikit basah dan bernanah karena memang lukanya cukup dalam (saat itu cara pemakaian Aloe Propolis Cream oleh Abang ini masih belum sesuai petunjuk, seharusnya dibersihkan dulu baru diolesin tipis-tipis tetapi waktu itu dikasihnya tebal sekali).

Untuk selanjutnya saya sendiri yang merawat luka-luka tersebut, dimana sebelum dioles salep Aloe Propolis Cream (APC) saya bersihkan dulu luka yang ada dengan cairan Rivanol 0,2% (jangan gunakan alkohol karena akan terasa perih), saya gunakan kain kasa steril yang dibasahi rivanol untuk membersihkan luka. Untuk kerak-kerak bekas APC dikelupaslagi agar cream APC yg diolesi bisa efektif mengobati luka. Dalam waktu kurang lebih 5 hari penggunaan Aloe Propolis Cream, hampir semua luka sudah menunjukkan kesembuhan sedangkan untuk bagian lutut karena memang bagian yang terus bergerak sehingga memerlukan waktu cukup lama, namun infeksi dengan ditandai basah bernanah sudah tidak ada lagi.

Kondisi Luka setelah 5 hari menggunakan Aloe Propolis Cream

Saat ini memasuki hari ke 10 dari pemberian salep aloe propolis, luka tersebut tinggal sebesar kuku saja.

Penggunaan APC setelah 10 hari

After 2 weeks


Menurut beberapa orang yang sudah menggunakan product ini, hasilnya sangat bagus (tidakmeninggalkan bekas setelah sembuh). Memang harga dari salep ini cukup mahal kalau harga umum di Palembang 97.000 rupiah (kalau di Jawa 93.000 rupiah), kalau member/owner ada discount yang cukup besar.

Karena penasaran aku browsing, apa sebenarnya cream ini, ternyata isi /kandungan salep product dari High Desert ini terbuat dari bahan dasar madu. Lengkapnya bisa Anda hunting informasinya di http://www.hdindonesia.com/

Sekarang saya jadi member sekaligus distributor HD (No.ID : I 738585 J ), karena kebetulan isteri masuk opname lagi pada tanggal 3 Oct 2008 untuk yang ke dua kalinya setelah keluar dari RS Siti Khadijah di malam Idul Fitri tadi. Dan selama 5 hari di RS tidak ada kesembuhan dari penyakit yang dideritanya . Setiap kali merasa sakit, dr hanya memberi suntikan bius/analgesik. Jadilah saya experimenkan product dari HD ini ke isteri saya (waktu itu saya beli paket product seharga 750 ribu), nanti akan saya posting apa keluhan sakit isteri saya serta bagaimana kondisi kesehatannya setelah mengkonsumsi product dari HD ini, yang jelas setelah 12 hari penggunaan product HD kondisi isteri jauh lebih baik dan setelah 5 hari pemakaian sudah tidak menggunakan obat-obatan kimia dari dokter lagi. Awalnya saya jadi member hanya untuk mendapatkan discount harga karena saya akan menggunakan product-product HD untuk membantu kesehatan keluarga saya (Beberapa penyakit dilingkungan keluarga/family kami : Bronchitis Asmatis, Kista di ginjal, internal hemoroid, reumatic, Diabetes melitus) mengingat hasil yang sangat meyakinkan dari product ini. Dan sekarang karena kesembuhan-kesembuhan yang diperoleh setelah menggunakan product ini, saya ingin berbagi dengan Anda atau sahabat Anda yang saat ini tengah mengalami masalah kesehatan.

Cerita ini saya dedikasikan untuk Anda yang saat ini sedang mengalami musibah dan perlu solusi yang tepat untuk segera terbebas dari masalah kesehatan. Semoga pengalaman menggunakan product di atas untuk penyembuhan luka akibat terjatuh dari sepeda motor bisa bermanfaat bagi Anda. Jika Anda butuh informasi dari saya, jangan segan-segan menghubungi saya.

Kami bisa melayani pesan (mohon maaf karena keterbatasan waktu saya, sementara saya tidak melayani penjualan namun jika Anda memerlukan, nanti saya bantu Anda untuk mendapatkan product tsb ditempat domisili Anda melalui ID Card milik saya) dan antar produk tersebut dengan layanan TIKI dengan menambahkan biaya Rp. 5.000/ transaksi, dan produk sampai 2-1 hari (untuk dalam kota Palembang dapat diantar). Untuk bergabung menjadi member dan mendapatkan discount 25-30% membayar Rp. 85.000 (syarat dan ketentuan berlaku). Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer Bank Muamalat No rek: 211.03702.22 atau Bank BCA No.Rek : 021.234.5545

Untuk kesehatan Anda jangan tunggu hubungi saya melalui email ke : abusyafwan@hotmail.com atau call/sms saya di 0711-7083057 Insya Allah akan saya bantu.
Semoga Allah melindungi kita dan menghindarkan kita dari segala bencana dan musibah yang kiranya kita tidak akan mampu menjalaninya.

Minggu, 12 Oktober 2008

Degredasi Layanan Kesehatan di Perusahaan Besar

Kesehatan…sesuatu yang didambakan oleh semua insan manusia yang normal. Tidak ada satupun mahluk yang namanya manusia mau sakit kalaulah dia masih mempunyai pikiran yang waras. Kesehatan memang mahal, apalagi dalam kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini. Bersyukurlah..bagi kita yang saat ini bisa bekerja disuatu perusahaan yang ada jaminan kesehatannya.
Diluar hubungan rasa syukur kepada Allah Swt atas hal di atas, tentunya ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam memenuhi hak karyawannya dalam hal pemberian jaminan pembiayaan kesehatan bagi karyawannya.
Saat ini, perusahaan demi mengejar Laba yang tinggi mulai lalai dalam memenuhi kewajibannya dalam urusan jaminan kesehatan karyawan. Manajemen perusahaan selalu mengkambinghitamkan efisiensi…efisiensi…..untuk menekan cost perusahaan.
Mereka tidak mau interospeksi kedalam, bahwa penyebab membengkaknya cost bukan semata-mata dari pos kesehatan tetapi ada hal-hal lain yang selayaknya menjadi prioritas efisiensi namun tidak berlaku bagi manajemen ini. Miss management juga mempengaruhi bisnis perusahaan ini.
Akhir-akhir ini kondisi ketidakpedulian perusahaan terhadap layanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga ternyata juga ada di perusahaan tempatku bekerja, yang notabene perusahaan ini merupakan salah satu BUMN terbesar di negeri ini.
Keluhan karyawan dan keluarga terhadap fasilitas yang diberikan semakin hari semakin jauh dari harapan memuaskan.
1. Dokter yang dipekerjakan di poliklinik tidak mempunyai kompetensi yang memadai. Yang sebenarnya hal ini akan membuat Cost kunjungan ke Dr. maupun penggunaan obat menjadi tidak efisien, karena pasien akan berulangkali datang ke poliklinik karena diagnosa dr terhadap penyakit pasien yg kurang baik. Setiap kali datang akan berganti resep obat. Ada juga pengalaman slah satu dr. yg setiap mendiagnosa penyakit selalu hasilnya sakit “Maag”, dan pernah aku berdebat kalau aku tdk punya penyakit maag….ee..dr.nya tetep keukeuh bilang sakit maag. Ya udah wong dia yg dr.nya koq.. obat maag yg diberi tidak kuminum. Ketika aku konsul ke dr. luar ternyata penyakitku memang bukan maag. Ada juga pengalaman karyawan yg bawa anaknya, sakit infeksi tenggorokan, ee..si dr. Cuma nempelin stetoscop doing, tanpa melihat tenggorokan si anak. Si dr. kasih resep ya..itu tadi ngga’ sembuh-sembuh
2. Obat-obatan yang menjadi tanggungan perusahaan ternyat ada list nya, jika diluar itu maka tidak akan diganti. Kalau kita dapet rujukan ked r. spesialis maka resep obat harus di acc dulu ked r. kontrak perusahaan…tujuannya ya apalagi kalau bukan mengganti resep obat dengan yang ada di list /daftar obat. Penggantian ini tanpa sepengetahuan dr. spesialis tadi. Padahal setahuku ada etika di kedokteran untuk mengganti resep. Lagian …ngapain ngasih rujukan ke dr.spesialis kalau tidak percaya diagnosa dari dr. spesialis beserta resep obat yang dibuat. Ada yang lucu..semua vitamin…tidak diijinkan diresepkan baik rawat jalan maupun rawat inap di RS.
3. Yang lebih ekstrim lagi, untuk hak perawatan di RS (jika terpaksa rawat inap), semakin hari kualitasnya semakin menurun. Seorang manager di perusahaan ini hanya mendapat jatah kelas rawat kelas IIA yang sekamarnya diisi oleh 4 orang pasien (dengan tariff 175 ribu semalam), padahal 2 tahun yl…hak kelasnya ada di kelas IA. Kemudian manajemen perlakuannyapun sangat kaku dan kurang manusiawi. Coba Anda banyangkan jika semua kelas di RS tersebut terisi penuh dan yang tersisa adalah kelas rawat yang jauh di atasnya (sukur kalau bukan tersisa kelas VIP), maka tidak ada ampun bagi karyawan maka selisih bayar karena beda kelas akan menjadi tanggungan pribadi karyawan tersebut. Andai si pasien atau keluarganya menduduki jabatan di perusahaan mungkin masih bisa membayar selisih tariff kelas tersebut dari tabungannya, namun Anda bisa bayangkan jika si pasien adalah pegawai rendahan dari mana dia mencari uang yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Ketidak becusan dari degredasi layanan kesehatan tidak terlepas dari ketidakmampuan manajemen perusahaan dalam mencari solusi untuk mensejahterakan karyawannya. Atau bisa jadi inilah dampak dari manajemen kapitalis yang hanya mengejar keuntungan semata dengan mengesampingkan unsur manusiawi.
Karyawan hanya bisa berdo’a agar perusahaan ini dipimpin oleh pemimpin yang amanah….bukan pemimpin yang opportunis. Amien.

Jumat, 19 September 2008

Perempuan "Pejuang Islam" Palembang


Palembang - Kita boleh bangga dengan RA Kartini atau Cuk Nyak Dien sebagai perempuan pejuang Indonesia. Tapi, bagi orang Palembang, ada perempuan yang menjadi pahlawan mereka. Namanya Ratu Sinuhun. Seorang ratu yang menyusun undang-undang Simbur Cahaya, sebuah kitab hukum adat yang berlaku bagi masyarakat Palembang (baca Sumatra bagian Selatan) saat itu.Menariknya, hukum adat ini memadukan ajaran Islam, yang saat itu mulai masuk ke Nusantara, setelah di Aceh. Ratu Sinuhun yang hidup antara tahun 1622-1635 Masehi merupakan istri raja Palembang yang bernama Pangeran Sido Ing Kenayan. Dalam kitab itu, hak perempuan sangat dijunjung, termasuk juga persoalan lingkungan hidup. Tidak heran, sebagian sejarawan di Palembang dan aktifis perempuan mengusulkan Ratu Sinuhun sebagai pahlawan nasional.Nah, setiap saat warga Palembang dapat berziarah ke makam Ratu Sinuhun dan suaminya Pangeran Sido Ing Kenayan, yang terletak di pemakaman tua Sabokingking, kawasan Arafuru, Palembang. Di pemakaman yang luasnya 25 kali 18 meter itu, juga terdapat makam Pangeran Ki Bodrowongso atau Pangeran Bawah Manggis.Dia merupakan cucu dari Raden Fatah, yang menjadi panglima selama Ratu Sinuhun hidup. Dari Pangeran Bawah Manggis ini lahir keturunan bangsawan Palembang seperti Kemas, Kiagus, dan Masagus. Sebab Ratu Sinuhun dan Pangeran Sido Ing Kenayan tidak memiliki anak yang meneruskan tahtanya, sebab anaknya tewas saat masih kecil.Menjelang Ramadan, makam ini selalu dikunjungi umat muslim, sedangkan selama bulan puasa pengunjungnya mulai menyepi, kecuali beberapa hari menjelang atau sesudah lebaran, seperti yang dituturkan Kemas Madinah, juru kunci makam tersebut.(source:detik.com)

Kamis, 18 September 2008

Indahnya Sholat bersama Ust.Abu Sangkan


Tanyangan station TV,METRO TV dalam mengisi hiburan dan informasi di bulan suci Ramadhan ini patut diacungi jempol. Salah satunya acara yang dipandu oleh Shanaz Haque yang menghadirkan keynote speaker, Ust. Abu Sangkan dalam acara Indahnya Sholat. Hal ini berbeda dengan acara yang ditampilkan oleh station televisi lainnya yang masih banyak mengumbar syahwat, kurafat, syirik dan tidak mendidik dengan canda tawa yang tujuannya ingin memanfaatkan bulan suci ramadhan dengan mencari keuntungan semata.

Acara Indahnya Sholat ini cukup bagus ditonton oleh pemirsa untuk memberikan wawasan baru dalam mempelajari sholat dari sisi ma'rifat, memang bagi yang mendalami metode fikh total maka diawal-awal pencerahan ust. Abu ini terasa agak sulit diterima karena penjelasannya lebih codong ke arah sufi (maaf ini kesimpulan pribadi saja). Tapi untuk komunikasi bagi pewirsa yang tidak terlalu mau bertele-tele dengan penjelasan yang biasa mereka dapatkan selama ini hal ini menjadi solusi alternatif untuk memahami bagaimana mendirikan sholat secara khusu'. Sebagaimana yang beliau tulis dibukunya juga pemaparannya bagi yang baru belajar cukup membantu untuk memahami konsep menuju sholat yang khusu'

Selanjutnya bisa Anda saksikan sendiri tanyangannya setiap hari menjelang buka puasa di Metro TV jam tayang 17.00 wib.
Anda juga bisa membaca rangkuman topik yang dibawakan tersebut dalam bentuk softcopy yang dapat Anda download di sini.

Benarkah PT Indosat Jelmaan Zionisme


Sebagai dampak pengambil alihan saham Indosat oleh Singtel (perusahaan telekomunikasi terbesar Singapura), benih-benih zionisme pun tertanam di tubuh Indosat, termasuk penggunaan lambang yang juga berbau zionisme." gitu ulasan dibeberapa situs internet maupun blog yang ada di dunia maya.

Beberapa analis yang mencoba mencari tahu latar belakang terbentuknya logo perusahaan telekomunikasi Indosat ini, menyimpulkan kalau perusahaan ini dijiwai oleh semangat zionismenya Israel. Bintang David (siapa sih yg ga kenal lambang bintang enam ini? Yupz, ini lambang Yahudi, tau artinya) sebagai acuan dari logo Indosat terbentuk dari rekayasa seni sebagai berikut :

Kalau analisa di atas benar, maka akan menjadi ancaman bagi bangsa ini. Sektor telekomunikasi Indonesia saat ini memasuki era penjajahan oleh pihak asing.Penjajahan tidak hanya bersifat phisik sebagai perang persenjataan, bahkan perang yang lebih dasyat adalah penjajahan ekonomi suatu bangsa yang didahului dengan perang pemikiran.Untukitulah sektor telekomunikasi merupakan kunci vital masuknya penjajahan ekonomi di suatu negara. Produk merah putih harus menjadi perhatian serius bagi bangsa ini.

Sabtu, 06 September 2008

Beda Masjid dan Musholla


Sehabis subuh tadi, aku diingatkan oleh isteri kalau dari pengetahuannya selama ini bahwa di mushola itu tidak ada sholat tahyatul masjid. Oh..pantas saja setiap kali saya melakukan sholat tahyatul masjid di mushola dekat rumah, orang-orang seakan memandang heran dan aneh. Jadilah sehabis subuh itu kami bediskusi panjang lebar.
Mengenai perbedaan antara masjid dan musholla, dikatakan oleh ahli ilmu (Fataawaa Syaikh Al-Munajjid ) bahwa masjid itu bersifat tetap hingga hari kiamat (waqf ila yaum as-sa’ah) sedangkan musholla bisa saja berubah dengan dijual,dibeli dan lain sebagainya. Kita harus bisa membedakan mushola yang berlaku umum dan mushola yang ada ditempat kerja, pertokoan, perkantoran dsb. Dari pengertian di atas maka mushola yang secara umum adalah masjid kecil yang ada disekitar rumah penduduk adalah juga masjid (yang dalam bahasa arab adalah “tempat sujud”). Sehingga mushola sebagai masjid kecil ini juga disyariatkan sholat dua rakaat tahiyatul masjid sebagaimana berlaku dalam masjid namun tidak pada tempat selain masjid (mushola yang dibuat diperkantoran atau pertokoan misalnya).
Yang disampaikan oleh isteri saya mungkin benar dilihat dari definisi bukan sebagai masjid kecil. Pendefinisian Mushalla dan Masjid yang ada dalam kitab Fiqh biasanya hanya membedakan antara masjid dan masjid Jami’ (bukan masjid dan musholla). Adapun mushalla dipakai dalam bahasa Fiqh (sebagaimana tertera dalam beberapa hadits) ditujukan untuk tanah lapang.
Ada beberapa fatwa tentang hal ini.Diantaranya yang diuraikan Syaikh Sholeh Al-Munajjid pun menggunakan istilah atau lafadz “musholla”. Dalam rubrik fatwa di islamweb Dr.Abdullah Al-Faqih juga pernah ditanya tentang hukum sholat di mushola kantor (dengan mengunakan istilah arab ” مصلى العمل”).
Kembali ke topik diskusi saya ba’da subuh tadi membicarakan musholla dalam artian yang dipahami dalam pengertian masyarakat sebagai Masjid Kecil atau Masjid non Jami’ (tidak digunakan sebagai shalat Jum’at). Dan kenyataan yang ada di masyarakat bahwa Mushalla-Mushalla tersebut juga berstatus waqaf sehingga mempunyai konsekuensi tidak boleh diperjual-belikan.
Hadis riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa mendirikan mesjid karena Allah, meski cuma memberikan benda sebesar burung merpati, maka baginya Allah akan mendirikan rumah di surga(shahih)
Nah berpegang kepada hadist di atas, tentunya sebagian hukum yang terkait dengan masjid (kecuali sholat jum’at) bisa diqiyaskan pada Mushalla termasuk anjuran melaksanakan sholat dua rakaat tahiyatul masjid. Allaahu a’lam. Akan tetapi jika Mushalla diartikan sebagai tempat shalat yang biasanya ada di sudut kantor atau rumah, maka yang disampaikan oleh isteri dan keraguan para jamaah di mushola dekat rumahku benar Wallahu a’lam