Selasa, 12 Agustus 2008

Gelar Kebangsawanan Palembang


Provinsi Sumatera Selatan dahulunya meliputi Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan Bengkulu, namun sejalan dengan otonomi dareah dan pemekaran wilayah maka Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan Bengkulu menjadi provinsi sendiri.Sumatera Selatan sendiri terdiri dari beberapa suku antara lain Suku Ogan, Suku Komering, Suku Ranau, Suku Kisam, Suku Daya, Suku Aji, Suku Musi, Suku Rawas, Suku Beliti, Suku Banyuasin, Suku Kikim, Suku Semendo, dan Suku Palembang.Sebagaimana suku-suku yang ada di Indonesia, kelompok-kelompok suku di atas juga mempunyai budaya dan adat istiadat yang hampir sama. Dan biasanya terdapat perbedaan yang sifatnya spesifik, misalnya dalam dialek bahasa sehari-hari. Etnis atau Suku-suku yang disebutkan di atas itulah yang selama ini sering dianggap sebagai penduduk asli Sumatera Selatan atau lebih tepatnya sebagai “indegenous peoples” bagi Sumatera Selatan. Selain yang telah disebutkan di atas masih ada juga suku lain seperti Suku Kubu atau Suku Talang Mamak, atau Suku Anak Dalam (SAD) yang wilayah persebaran pemukiman meliputi Sumatera Selatan, Jambi, dan BengkuluAku akan membahas sedikit khsususnya tentang Suku Palembang (“Wong Kito” Palembang ). Suku Palembang merupakan sisa-sisa kerabat bangsawan Kesultanan Palembang, di mana kerajaan ini telah lama dihapuskan oleh kolonialis Belanda. Raja yang terkenal karena kegigihannya berperang melawan Belanda adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Yang namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara (Airport) Palembang yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II. Bandar Udara di Palembang ini sebelumnya bernama Talang Betutu yang diambil dari nama lokasi keberadaan Bandar Udara tersebut.Kalau Anda pernah mendengar gelar-gelar kasta di Bali: Anak Agung, I Gusti, I Made, I Gde Putu, I Ketut, dll. Maka untuk suku Palembang juga menganut gelar kebangsawanan/kasta semacam itu.Jika Anda pernah menemui nama orang Palembang didepan namanya ada kata-kata singkatan seperti Mgs itu merupakan singkatan dari Masagus.Pemakaian gelar di depan nama orang seperti; Raden (R), Kemas (Kms), Kiagus (Kgs), Masagus (Mgs, Nyimas (Nys), Masayu (Msy) adalah tanda yang paling mudah untuk mengidentifikasi bahwa orang tersebut merupakan suku Palembang..Di dalam kekerabatan Kesultanan Palembang itu, ada hierarki atau kasta yang membedakan pemakaian gelar kebangsawan itu. Adapun urutannya dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah sebagai berikut:
1. Raden (R),untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Raden Ayu (RA). Misalnya R. M. Syafwan Hadi, RA. Nurkhairani, dst.
2. Masagus (Mgs), untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Masayu (Msy). Misalnya Mgs. Usman Said, Msy. Latifah.
3. Kemas (Kms) untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Nyimas (Nys). Misalnya Kemas Ahmad Taufik, Nys. Hamidah Hamidaly.
4. Kiagus (Kgs) untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Nyayu (Nyayu). Misalnya Kgs. Umaruddin, Nyayu Nurlelal.
Ada perbedaan gelar yang digunakan oleh Taufik Kiemas (suami mantan presiden Megawati Soekarno putri), Kiemas tersebut bukan termasuk dalam kelompok gelar kebangsawanan Palembang di atas. Setahuku Kiemas itu merupakan nama fam dari keluarga Bpk. Taufik Kiemas karena beliau bukan dari suku Palembang.Untuk anak laki-laki, gelar kebangsawanannya akan terus ia sandang sampai turun temurun kepada anak cucu cicit dst. Sedangkan bagi anak perempuan, maka gelar kebangsawanannya itu hanya sampai pada dirinya saja. Bila ia menikah dengan laki-laki bergelar Mgs, otomatis semua anak laki-lakinya akan menyandang gelar Mgs, sedang anak perempuannya akan bergelar Msy. Sedangkan bila ia menikah dengan laki-laki di luar silsilah kebangsawanan tersebut, maka secara otomatis anak dan cucunya akan kehilangan gelar bangsawan tersebut. Apakah tradisi tersebut masih dipegang di jaman sekarang ini. Kalo sekarang, kayaknya biasa-biasa aja deh! Bagi keluarga yang akan mempertahankan tradisi ini, maka budaya ini masih diteruskan. Positipnya memang mudah menelusuri silsilah keluarga, negativenya ya….ada unsur pengkastaan, padahal dijaman sekarang tidak ada pengaruh apapun terhadap status social masyarakat yang bergelar tersebut.
catatan:
Gambar di atas merupakan photo Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, sultan Palembang saat ini

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Oooh saya baru tahu silsilahnya,ths infonya.. Bagus bagus..

Anonim mengatakan...

Mau tanya pak, kalau untuk Raden Selenggang, apakah diketahui silsilah diatasnya?

beliau yang saya ketahui berasal dari ... (kalau sekarang anak keturunannya bertempat tinggal di Ogan Komering Ulu Timur, Buay Madang)

Anonim mengatakan...

terimakasih atas jawabannya pak, iya memang benar yang disebutkan di atas adalah daerah tempat tinggal keluarga besar saya dari pihak ibu. namun yang saya maksud adalah saya tertarik dan ingin mengentahu silsilah di atas Raden Selenggan dari mana pak riwayatnya?

tandy henhakkiarifin mengatakan...

Kalo TOU baturaja